Penunggul, Jumat 12 Maret 2021. Sore itu mendung terlihat sangat gelap seperti hujan deras akan turun, akan tetapi sampai adzan magrib berkumandang, hujan tak kunjung turun. Sementara itu di dusun Pesisir RT 003 mengalami kebanjiran, banjir datang dari sungai laweyan yang meluber hingga ke rumah warga RT 003, kawasan wisata Mangrove, dan akses jalan sebelah timur menuju dusun kopian yang berbatasan langsung dengan probolinggo.
Mengetahui hal tersebut, Selamet sunhaji selaku kepala desa Penunggul yang berada di dusun pesisir yang tidak terdampak banjir langsung meninjau lokasi banjir beserta perangkat desa setempat, membantu warga terdampak untuk mengungsi sambil menunggu banjir surut, karena tidak ada yang bisa di lakukan selain menunggu air laut yang saat itu sedang pasang, surut.
Kata Selamet, dampak banjir kali ini lebih minim di banding tahun-tahun sebelumnya karena sudah di bangun Parapet. namun, masih sekitar 50% parapet terbangun di dekat lokasi yang rawan banjir. Pihak Pemerintah desa berkomitmen akan membangun parapet ini sebagai prioritas. Karena setiap banjir minimal ada 60 kk yang terdampak. masih ada sekitar satu kilometer lagi parapet yang harus dibangun agar warga benar-benar terhindar dari banjir kiriman dari sungai bayeman.
Selain Parapet, tahun 2020 pemerintah desa juga telah menyelesaikan pembangunan jembatan, karena jembatan lama rusak tergerus hujan dan banjir 2019 lalu. Jembatan yang memiliki panjang 15 meter ini sekrang sudah bisa lalui kendaraan roda dua maupun roda empat.